Pertamina Jamin Pasokan BBM di Daerah 3T

Ambon,- PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan BBM di seluruh lembaga penyalur BBM satu harga di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

“BBM satu harga merupakan komitmen Pertamina untuk menyediakan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di daerah 3T Maluku dan Papua,” kata Unit Manager Communication, Relation, & CSR MOR VIII, Brasto Galih Nugroho, Jumat.

Ia mengatakan, pertamina terus menyalurkan BBM ke wilayah 3T, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, melalui berbagai moda transportasi darat, sungai maupun laut.

Sesuai amanat UU, terutama UU Migas No 22 Tahun 2001 dan UU Energi No 30 Tahun 2007, Pertamina mendapat tugas membuka aksesibiltas dan ketersediaan serta menyediakan energi yang berkelanjutan.

“Penyaluran BBM dilakukan melalui berbagai moda transportasi darat, sungai maupun laut. Bahkan khusus wilayah yang sulit dijangkau, kami menyiapkan pesawat khusus pengangkut BBM jenis ATR berkapasitas 4.000 liter,” katanya.

Brasto menjelaskan, pertamina telah menyalurkan BBM 25.657 KL, meliputi Premium 18.014 KL dan Solar 7.643 KL kepada seluruh lembaga penyalur yang telah berhasil didirikan pada periode 2017 ? 2019 di wilayah Pertamina MOR VIII Maluku – Papua.

Program BBM Satu Harga, lanjut Brasto, akan terus dilanjutkan pada wilayah-wilayah 3T, sehingga pada akhirnya semua wilayah 3T mendapat akses dan kemudahan energi yang terjangkau.

“Tahun 2019, secara nasional Pertamina menargetkan akan mendirikan lembaga penyalur di 29 wilayah 3T yang selama ini sulit dijangkau karena infrastruktur yang terbatas,” ujarnya.

Ia menyatakan, khusus di wilayah Maluku Papua dibangun 4 titik BBM Satu Harga, melengkapi 36 titik yang telah beroperasi.

Kehadiran BBM satu harga di wilayah Maluku Papua banyak dinikmati para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah 3T untuk mengembangkan usahanya.

Berbagai usaha antara lain transportasi, perdagangan, home industry, perikanan, dan pertanian terus menggeliat sejalan dengan kemudahan dan ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau.

“BBM satu harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp10.000,00 hingga Rp50.000,00 per liter kini jauh menurun menjadi Rp6.450 (premium) dan Rp5.150 (solar) di SPBU atau lembaga penyalur BBM resmi Pertamina,” kata Brasto.

Ditambahkannya, BBM satu harga telah mendorong efisiensi biaya transportasi, harga barang-barang terutama kebutuhan pokok juga menurun sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah semakin pesat.

“Kehadiran BBM satu harga menjadi energi yang menggulirkan pertumbuhan ekonomi di wilayah 3T. Sesuai dengan tagline BUMN Hadir Untuk Negeri, Pertamina akan terus mendistribusikan energi ke seluruh pelosok negeri, tanpa henti,” tandasnya. (Ant)