Pelaksanaan UNBK Di Maluku Utara Belum Maksimal

Ternate, – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) belum dapat dilaksanakan di seluruh SMA/SMK di Maluku Utara (Malut) pada UN 2019 ini karena keterbatasan sarana, di antaranya komputer.

“Sesuai hasil rapat antara Komisi IV DPRD Malut dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Malut bahwa dari seluruh SMA/SMK di Malut, ada sekitar 154 SMA/SMK yang mengalami keterbatasan komputer,”kata Ketua Komisi IV DPRD Malut, Farida Juma di Ternate, Jumat.

Kendala lain yang juga dihadapi banyak SMA/SMK di Malut untuk melaksanakan UNBK adalah belum tersedianya jaringan internet dan tidak adanya jaringan listrik dan kalau pun ada hanya menyala pada malam hari yang umumnya berada wilayah kepulauan.

Menurut dia, Komisi IV DPRD dan bersama Dikjar Malut tengah mengupayakan sejumlah langka untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga diharapkan seluruh sebagian besar SMA/SMK di Malut bisa melaksanakan UNBK pada UN tahun ini seperti yang diinginkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Khusus untuk mengatasi keterbatasan komputer, dana sebesar Rp5 miliar yang telah dialokasikan dalam APBD 2019 untuk pengadaan komputer secara dicairkan dan diprioritaskan untuk pengadaan komputer bagi SMA/SMK di wilayah kepulauan.

Sedangkan untuk masalah keterbatasan jaringan internet dan listrik, kata anggota Komisi IV DPRD Farida Juma, segera mengundang pihak PT Telkom dan PT PLN untuk mencari solusinya, misalnya pemasangan server internet khusus di SMA/SMK yang belum terjangkau layanan internet.

Begitu pula untuk SMA/SMK yang belum terjangkau layanan jaringan listrik PLN dapat diupayakan dengan pengadaan mesin genset, yang disiapkan oleh PLN seperti yang pernah dilakukan di sejumlah SMA/SMK di Malut pada UN tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, untuk SMA/SMK di daerah terluar yang sama sekali tidak memungkinkan untuk diadakan jaringan internet, seperti di SMA di Pulau Batang Dua, Kota Ternate sesuai rencana Dikjar Malut akan diupayakan untuk ikut UNBK di Kota Ternate.

Namun, untuk kebijakan itu masih harus dipertimbangkan secara matang, tidak saja menyangkut anggarannya tetapi juga kesiapan para siswa, karena jarak dari Pulau Batang Dua ke Ternate sangat jauh. (Ant)